XIAN (4) – TERRACOTTA ARMY

Jreeennggg…. inikan yang dinanti dari serial tentang Xi An 🙂
Tapi maaf saya gak bisa cerita gimana kesananya soalnya dianter sama pihak yang ngundang temen saya. Trus baru masuk parkiran udah disambut sama cicik guide yang menemani kami seharian. Jadi saya cerita apa yang saya dengar dari cicik guide aja. Soal sejarah terracotta army silaken baca sendiri di buku sejarah.

Info pertama:
Asli-aslinya patung-patung ini berwarna. Tapi karena penggalian dan bikin mereka terekspose dengan oksigen bikin warnanya ilang. Katanya cuma 2 hari aja udah ilang warnanya karena pewarnanya pake zat alami.
Nah trus demi menjaga warna agar tetap utuh maka ‘kuburan’ terracotta army di area lain sengaja gak digali. Ntar kalo udah nemu cara buat mengawetkan warnanya baru deh digali dan dipamerken ke publik.

Info kedua:
Kepala masing-masing patung dibuat dari lempung solid. Sedangkan badannya hollow (ada lubangnya ditengah) soalnya kalo dibikin solid ntar pecah pas di oven.

Info ketiga:
Patung-patung ini tangannya kayak lagi megang sesuatu. Yukkk… bener banget… itu mereka masing-masing megang senjata. Ada yang tombak, pedang, panah dll.
Kemana senjata-senjata itu? Yang terbuat dari kayu hancur dimakan waktu. Tinggal sisa-sisa besinya yang disimpan di tempat khusus untuk diteliti.

 

 

Info keempat:
Formasi patung-patung ini persis dengan formasi tentaranya kaisar Qin jaman dulu kala. 3 baris pertama adalah pemanah. Lalu diikuti oleh barisan infantry. Trus barisan kereta kuda (chariot). Nah di foto ini keliatan kan ruang kosong dibelakang kuda-kuda itu? Itu adalah posisi chariot tapi karena dibuat dari kayu jadi ya ancur dimakan waktu. Trus dibelakang ruang kosong itu ada 1 tentara yang tangannya maju kedepan. Itu kusir chariotnya.

Info kelima:
Patung-patung ini dibuat dengan skala 1 : 1. Rata-rata tingginya 190cm-an. Jadi jadul orang China banyak yang tinggi ya…

Info keenam:
Kok kudanya keliatan mungil banget jejer sama tentaranya? Kata cicik guide itu ukuran kuda yang dipakai tentara kaisar Qin waktu itu. Kuda jenis Mongolian. Biar kecil tapi jos gandhozz.

 

 

Itu kok ada yang ngadep tembok? Lagi di setrap?
Oh gak… itu emang formasi barisan tentaranya kayak gitu. Jadi ada tentara yang tugasnya melindungi tentara.

 

Ini foto di pit nomer 3. Pencahayaannya lebih remang dari pit nomer 1. Suhu dalam ruangannya pun lebih dingin. Memang dikondisikan agar patung-patung terracotta lebih awet.

‘Coba perhatikan perut patung nomer 36.’ Kata cicik guide.

‘Agak buncit kan? Karena dia itu punya pangkat. Jadi kalo cowok berperut buncit itu kami gak sebut beer belly tapi kami sebut general’s belly.’ Lanjutnya.

Kami ngikik sambil elus-elus perut.

 

 

Structure kayu didepan barisan patung tentara itu adalah structure asli dari jaman ‘kuburan’ ini dibuat. Itu semacam gerbang ramp untuk mengangkut patung-patung tentara ini.

 

 

Awal ditemukannya ‘kuburan’ ini adalah ketika seorang petani menggali sumur dan menemukan metal (bronze kalo gak salah) bagian dari senjata salah satu patung. Pak petani ini lalu lapor ke pihak berwajib dan pihak berwajib melakukan penyelidikan karena mereka mikir kalo ini makam pasti bukan makam orang sembarangan karena ada bronze dikubur bersama jenazah.

Setelah dilakukan penggalian baru ketauan kalo pak petani yang lapor itu bukanlah orang pertama yang menggali sumur di area tersebut. Besar kemungkinan orang lain juga sempat nemu ‘kuburan’ ini tapi karena orang China percaya kalo mengusik makam bakal mendatangkan bencana maka orang-orang itu simply nguruk lagi lubang yang mereka gali.

Di pit nomer 3 malah ditemukan rangka manusia yang setelah diteliti umurnya jauh lebih muda dari umur patung tentara. Kemungkinan besar yang ngubur jenazah itu gak tau kalo didekat itu juga ‘kuburan’ tentara terakota.

Nah si pak petani yang lapor karena nemu bronze bukannya dapet bencan malah dapet rejeki nomplok sepanjang hidupnya. Pemerintah menggaji dia untuk datang ke lokasi ‘kuburan’ untuk sekedar salaman dan foto dengan pengunjung.

 

 

Patung-patung yang sedang dalam proses restorasi. 1 patung ada yang hancur jadi ratusan keping jadi proses restorasinya juga lama banget. Dulu cuma arkeolog China aja yang ngerjain tapi sekarang arkeolog dari seluruh dunia ikut gabung. Mahasiswa juga banyak yang bantu.

 

 

Ini foto di pit nomer 3. Patung-patungnya sebagian sengaja dibiarkan seperti kondisi saat ditemukan (digali).

‘Biar generasi mendatang tau seperti apa kondisi patung-patung ini saat ditemukan.’ Kata cicik guide.

 

 

Ini salah satu bronze dari senjata tentara yang ditemukan. Gagang kayunya tentu saja bukan asli karena yang asli sudah hancur dimakan jaman.

‘Itu tulisan apa kok gak kayak huruf mandarin?’ Tanya saya.

‘Itu huruf kuno. Silk letters. Di belakang patung sebenernya juga ada tulisan-tulisan seperti itu yang menunjukkan di pabrik mana patung-patung dan senjata itu dibuat.’ Kata cicik guide.

Sepertinya suhu JC paham nih dengan silk letters. Itu yang dipakai buat cap tanda tangan bukan?

‘Pohon-pohonnya kok dililit tali biar apa?’ Tanya kami ke cicik guide ketika melihat pohon-pohon di luar area pit nomer 3.

‘Biar gak kedinginan.’ Jawab cicik guide.

Sumpe itu kalo yang jawab bukan guide pasti bokis dong ye…

‘Ntar kalo masuk musim panas lilitan talinya dilepas.’ Lanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *