TRANS SIBERIAN & TRANS MANCHURIAN RAILWAY (11) – ON BOARD TRAIN TO KAZAN

Kereta kami menuju Kazan berangkat pukul 23.42 waktu Irkutsk atau pukul 18.42 waktu Moscow. Semua jadwal kereta baik di websites ataupun yang tertulis di tiket menggunakan waktu Moscow jadi harus lebih hati-hati merencanakan semuanya.
Thomas dan saya bersiap di stasiun lebih awal karena saya harus menukar e-ticket dengan tiket asli. Penukaran tiket bisa dilakukan di konter/ loket dan bisa juga dilakukan di mesin yang bentuknya seperti mesin ATM berwarna abu-abu aluminium dengan aksen garis merah. Penukaran dengan mesin sangat mudah karena ada fitur pilihan bahasa jadi kita bisa pilih bahasa Inggris dan petunjuk langkah yang harus dilakukan juga sangat simple dan mudah dimengerti.

Setelah saya selesai menukar tiket, kami duduk menunggu di area ticketing. Di luar juga ada beberapa tempat duduk tapi suhu udara di malam hari sangat dingin apalagi ditambah adanya angin. Selain terlindung dari udara dingin, menunggu di dalam gedung stasiun juga memudahkan kita untuk memantau jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta.

 

Di semua stasiun yang kami lewati semua jadwal kereta terpampang dengan jelas di layar monitor lengkap dengan keterangan peron tempat kereta berhenti. Beberapa menit sebelum kereta kami memasuki stasiun kami menuju peron dan ‘menghitung’ kira-kira dimana gerbong kami masing-masing. Kereta-kereta di Russia yang kami tumpangi semua terdiri dari deretan lebih dari 10 gerbong. Jadi kami selalu berusaha untuk menunggu di dekat gerbong karena ada kereta yang berhenti hanya beberapa menit saja. Pintu yang menghubungkan antar gerbong akan dikunci jadi penumpang tidak bisa naik dari gerbong lain karena selalu ada pemeriksaan tiket dan kartu identitas. Pada saat membeli tiket kita harus mengisi pilihan identitas yang akan digunakan dan nomor identitas tersebut harus diisikan juga. Untuk traveler seperti kami bisa memilih menggunakan paspor. Sedangkan untuk penduduk Russia ada beberapa pilihan tapi yang pasti nomor identitas untuk membeli tiket harus sama dengan yang ditunjukkan ke Provonitsa.

 

Seperti yang sudah saya ceritakan di awal bahwa Thomas membeli tiket kereta melalui agen jadi dia tidak memilih sendiri gerbong, kabin dan berth-nya. Umumnya travel agen akan memilihkan tempat yang paling nyaman yaitu di kabin tengah. Soal pilihan berth atas atau bawah customer bisa memilih mau yang mana. Saya melakukan semua booking sendiri jadi saya bisa sesuka hati mau pilih gerbong nomor berapa dan di berth atas atau bawah. Kali ini saya memilih membeli tiket kelas 3 karena harganya jauh lebih murah dari kelas 2. Selain itu lumayan juga jadi punya pengalaman lain 🙂
Bodohnya saya memilih berth atas! uuuggghhhh!!
Kereta yang kami tumpangi ini adalah kereta nomor 81. Menurut artikel-artikel yang saya baca nomor kereta juga bisa jadi indikator ‘kualitas’. Semakin kecil nomornya semakin bagus keretanya. Kereta nomor 81 ini jauuuhhh lebih jelek kalau dibandingkan dengan kereta yang saya tumpangi dari Beijing. Secara harga tiketnya juga separuhnya hehehe… Saya tidak kaget melihat interior gerbong kelas 3. Tapi waktu saya berkunjung ke kabinnya Thomas…. speechless… tapi bersyukur karena pastinya saya akan menyesal kalau bayar lebih mahal untuk kabin yang hanya sedikit lebih baik dari kelas 3.

 

Gerbong kelas 3 disekat-sekat menjadi sekitar 10 ruang terbuka. Masing-masing ruang ada 2 berth bawah di sebelah kanan dan kiri, 2 berth atas di sebelah kanan dan kiri dan 2 berth atas bawah di dekat jendela. Gerbong kelas 2 tidak ada 2 berth di dekat jendela dan merupakan kabin tertutup. Sebagian penumpang memilih kabin tertutup untuk privacy. Tapi menurut saya di kabin terbuka juga lumayan ada privacy karena orang lalu lalang juga tidak terlalu banyak. Apalagi saya dapat berth atas jadi lebih ‘tersembunyi’ 🙂

Bicara tentang berth atas… sekali lagi saya sarankan jangan pilih berth atas karena susah sekali untuk bergerak. Ruangnya sempit 🙁 Apalgi kalau traveling sendirian dan penumpang di berth bawah tiduran sepanjang hari 🙁

 

O ya di kereta ini juga ada gerbong restoran tapi saya tidak membeli makanan disana karena bekal dari Irkutsk tidak habis-habis. Thomas yang sempat mencoba dan ketika makan di gerbong restoran dia diajak patungan beli vodka oleh penumpang Russia. Hhhmmm… baru kali ini saya dengar orang Russia beli vodka patungan hehehe… mungkin karena harga di kereta lebih mahal.

Orang Russia dari penampakannya kelihatan kaku tapi sebenarnya banyak yang ramah. Saya beberapa kali ditanya dalam bahasa Russia. Andai saya bisa bahasa Russia mungkin kami bisa ngobrol banyak 🙂 Cowok-cowok Russia juga ‘sopan’ dalam artian tidak memandang perempuan dari atas sampai bawah seperti yang sering dilakukan cowok dari negara tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *