TRANS SIBERIAN & TRANS MANCHURIAN (3) – BORDER CROSSING

Menurut jadwal yang tertera di Time Table kereta no. 19, kereta sampai di stasiun Manchuria jam 3.28 dan  berangkat dari stasiun Zabaikalsk jam 9.13 jadi kelihatannya kereta melintasi border China – Russia hanya sekitar 6 jam. Tapi perlu diingat dan dihitung dengan cermat karena waktu yang tertera di Time Table adalah waktu Beijing dan Moscow. Jadi waktu untuk melintasi border yang benar adalah sekitar 9 jam.

Jujur saja, angka 9 jam itu saya tahu dari cek dan ricek sana sini sebelum menulis artikel ini 🙂 Waktu di border saya tidak tahu dan malas menghitung soal waktu. Pokoknya rasanya lamaaa banget! Mau tanya sama provodnitsa juga malas karena sempat ribut gara-gara toilet.

 

 

Saya ini susah sekali menahan pipis dan sering sekali keinginan untuk pipis muncul di waktu yang tidak pas. Karena saya tahu kalau toilet di kereta ditutup 30 menit sebelum kereta memasuki border, jadi saya sengaja bangun awal biar bisa pakai toilet. Tapi masih sekitar 1 jam sebelum kereta sampai di Manchuria toilet sudah dikunci. Saya langsung balik ke kompartemen saya. Walaupun ingin sekali pipis tapi kalau sudah dikunci ya sudah. Salah satu provodnitsa yang melihat saya ngomel dalam bahasa Russia entah apa lalu dia membukakan pintu toilet. Saya langsung masuk, biar saja dia ngomel wong saya juga tidak tahu yang dia ucapkan 🙂 yang penting kan bisa pipis.

Sekitar jam 3 (dini hari) provodnitsa mengetuk lalu membuka pintu kompartemen dan bilang: ‘Chinese border’ dan beberapa kata dalam bahasa Rusia yang kira-kira maksudnya ‘Pintu jangan ditutup’. Kereta sampai di stasiun Manchuria sesuai jadwal. 10 menit kemudian datang 2 petugas berseragam biru tua/ hitam yang menanyakan dan memeriksa paspor tapi langsung dikembalikan lagi mungkin hanya mau cek dari negara mana saja. Beberapa menit setelah itu datang lagi 2 petugas lain berseragam warna hijau militer yang memeriksa paspor dan kartu imigrasi kami. Pemeriksaan ini menurut saya biasa saja, mirip dengan pemeriksaan paspor di counter imigrasi di bandara. Kira-kira 2 menit kemudia petugas itu pergi dengan membawa paspor dan kartu imigrasi kami. Kemudian datang lagi 1 petugas yang hanya tanya: ‘Three?’ lalu dia pergi setelah kami menjawab: ‘Yes. Three.’

Kami menunggu kira-kira 1 jam setelah paspor diperiksa tapi tidak ada petugas yang datang lagi lalu kami tidur. Sekitar jam 6 pagi saya bangun lalu tanya ke provodnitsa apa boleh ke toilet. Saya disuruh turun ke peron dan ditunjukkan arah ke toilet di gedung stasiun. Saya jalan melewati gerbong-gerbong kereta lalu naik ke overpass bridge yang tingginya kira-kira 9 meter, turun lagi lalu jalan mengikuti arah tanda EXIT dan sampai di pintu dobel yang tinggi dan lebar sekali. Begitu buka pintu saya langsung disambut 2 penjaga berseragam seperti tentara. Saya mencoba menjelaskan ke mereka kalau saya mau ke toilet tapi mereka tidak mengerti. Sialan banget di saat genting seperti itu saya lupa bahasa Mandarinnya toilet! Saya jongkok, mereka tetap tidak mengerti. Tadinya saya mau memperagakan cowok pipis tapi tidak jadi hehehe… takut kena pasal perbuatan tidak senonoh 🙂

Pagi itu stasiun sepi sekali jadi tidak ada orang yang bisa saya mintai tolong. Akhirnya saya jalan balik ke kereta dan langsung sembunyi di balik selimut berusaha tidur. Baru saja mau terlelap tiba-tiba saya dengar Laura ribut dengan provodnitsa apalagi kalau bukan soal toilet! Jadi Laura tahunya toilet bisa dipakai setelah pemeriksaan custom, memang benar provodnitsa bilang begitu tapi yang dimaksud adalah toilet di gedung stasiun bukan yang di kereta. Laura ngomel ke Mandy, provodnitsa ngomel ke temannya… saya menonton saja (sambil nahan pipis).

Sekitar jam 6.55 provodnitsa masuk dan membangunkan kami. Dia bilang 30 menit lagi sampai di Russian border. Tidak lama setelah itu dia masuk lagi lalu sambil menunjuk Laura dan Mandy dia bilang : ‘You! You! Toilet now!’ Kami bertiga bengong karena kaget lha gayanya menyuruh seperti komandan tentara. Laura lalu tanya kenapa mereka disuruh ke toilet, apa ada masalah, apa mau diperiksa kalau mereka menyembunyikan barang terlarang. Provodnitsa tidak menjawab apa-apa. Dia hanya bilang: ‘Toilet NOW!’ Laura sebenarnya marah sekali karena hanya disuruh ke toilet tanpa penjelasan apa-apa tapi dia lalu jalan menuju toilet. Tiba-tiba provodnitsa teriak: ‘Two minutes Madam!’

Ooooo… jadi gara-gara tadi Laura mau ke toilet tapi dikunci makanya provodnitsa kasih kesempatan pakai toilet. Niat yang sangat baik sebenarnya tapi karena penyampaian yang ala militer jadi salah paham deh 🙂 Setelah Laura selesai giliran Mandy yang disuruh. Dia bilang tidak perlu ke toilet tapi tetap dipaksa. Sedangkan saya yang ingin ke toilet malah tidak boleh karena mereka tahunya saya sudah ke toilet di stasiun. Hiks… padahal kan tadi tidak jadi pipis wong penjaganya melarang saya lewat.

Kereta sampai di Russian border jam 7.25 (Beijing Time). Provodnitsa menyuruh kami untuk melipat tempat tidur dan menurunkan barang-barang yang ada di tempat penyimpanan di atas pintu. Dia juga bilang: ‘Stand up. Russian border.’ Maksudnya adalah kami harus tetap terjaga tidak boleh tidur. 1 jam kemudian ada petugas yang lewat tapi tidak masuk kompartemen kami. Dia melihat Mandy tiduran di berth atas lalu berkata dalam bahasa Rusia entah apa. Salah satu provodnitsa datang dan bilang ke Mandy: ‘Madam, down! Stand up!’ Mandy tentu saja bingung lalu dia tanya masa tiduran saja tidak boleh. Provodnitsa hanya menjawab: ‘Down’ (disuruh turun maksudnya) sambil tangannya membentuk gestur orang menembak kepalanya sendiri. Mungkin dia mau memberi tahu kalau tidak turun dan tetap tiduran bisa ditembak. Hmmm… aturan yang aneh… namanya juga Rusia.

Kami bertiga lalu duduk (tidak ada yang berani tiduran) sambil cerita-cerita. Salah paham soal toilet yang tadinya menegangkan jadi topik yang bisa ditertawakan 🙂 Kira-kira 1 jam kemudian datang 2 petugas imigrasi. Salah satu petugas meminta paspor kami lalu satu persatu kami disuruh berdiri menghadap ke petugas. Saya yang pertama diperiksa. Ada lebih dari 7 kali dia mencocokkan muka saya dengan foto di paspor. Kalau Laura dan Mandy lebih cepat pemeriksaannya. Setelah selesai paspor kami dibawa oleh mereka.

Oya lupa… sebelum kereta memasuki border Rusia provodnitsa membagikan kartu imigrasi. Di kartu ada aturan harus ditulis dengan jelas dan tanpa coretan tapi Laura yang salah-salah main coret sana sini dan ternyata tidak ada masalah. Saya mengisi tanggal masuk dan keluar Rusia sesuai data yang ada di visa. Laura dan Mandy mengisikan tanggal mereka masuk dan keluar dan itu berbeda dengan yang ada di visa. Walaupun beda-beda tapi kami semua bisa lancar jaya melewati border tanpa ada masalah dengan imigrasi.

Setelah pemeriksaan imigrasi kami menunggu lama sampai ada petugas lain datang. Petugas ini berseragam lapangan dengan sepatu lars dan ada 2 tanda bintang di pundaknya. Lebih mirip tentara dari pada petugas custom. Dia menyuruh kami keluar dari kompartemen dan berdiri di koridor lalu memeriksa semua sudut kompartemen. Teliti sekali sampai kasur berth atas juga diangkat, tapi tas-tas tidak dibuka.

Jam setengah 10 waktu Beijing, petugas imigrasi datang lagi membagikan paspor kami tapi tidak langsung diberikan begitu saja. Tetap ada acara mencocokan muka dengan foto di paspor. Kira-kira jam 10 datang petugas yang tanya: ‘Dollar?’ Kami tidak menjawab, hanya saling pandang karena tidak mengerti maksudnya. Dia lalu tanya lagi dengan suara lebih keras: ‘DOLLAR??’ Kami langsung membuka tas mencari uang. Mungkin maksudnya kami ditannya berapa uang yang kami bawa tapi karena kelamaan si petugas pergi begitu saja. Kami yang kebingungan lebih bingung lagi ketika provodnitsa menyuruh kami turun: ‘To station NOW!’

Karena baru saja ditanya soal uang jadi kami kira di stasiun akan diperiksa lagi soal uang yang kami bawa. Kami turun dari kereta dengan pakaian seadanya dan tas yang berisi uang. Baru turun dari kereta provodnitsa teriak: ‘Wait 4 hours!’

Apa??!! Jadi penumpang disuruh turun itu karena kereta mau dibersihkan dan ganti lokomotif. Saya melihat sekeliling, penumpang lain berpakaian lengkap dengan jaket dan sepatu boots. Laura dan Mandy hanya pakai kaos oblong dan celana pendek. Saya? Legging tipis yang bolong-bolong di sisi kanan dan kiri dari pinggang sampai mata kaki plus sandal jepit. Untung tadi sempat nyamber jaket jadi lumayan untuk menahan dingin.

 

 

Gedung stasiun Zabaikalsk sebenarnya besar tapi ruang tunggunya termasuk kecil mungkin sekitar 20m x 30m. Ada kios makanan dan minuman ringan, cafe dan ATM. Toilet juga ada tapi tidak bersih. Sayang tidak ada money changer. Saya sempat jalan-jalan keluar stasiun tapi daerah di sekitar stasiun sepi sekali. Hanya rumah-rumah penduduk, beberapa cafe dan… sapi!

 

 

Saya sampai mati gaya di stasiun ini. Mau makan di cafe tapi tidak punya Rubel jadi cuma jalan mondar-mandir nyetrika peron. Begitu kereta masuk peron dan provodnitsa turun menjaga pintu masuk saya langsung naik dan masuk ke kompartemen lalu… TIDUR!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *