TRANS SIBERIAN & TRANS MANCHURIAN (1) – VISA, TICKETS & THE TRAINS

Halo semua 🙂
Saya mau berbagi cerita perjalanan dari Beijing-China ke Moscow-Rusia dengan kereta api yang saya lakukan akhir September sampai awal Oktober 2012. Cerita akan saya bagi dalam beberapa artikel tapi belum tahu sampai berapa seri ya 🙂 Untuk bagian pertama saya ceritakan tentang persiapan dan perjalanan di kereta.
Saya punya mimpi naik kereta Trans Siberian dari Vladivostok sampai Moscow atau St. Petersburg. Impian dulu sih mulai dari Sokco-Korea Selatan atau Sapporo-Jepang lalu nyebrang ke Vladivostok dengan ferry. Tapi selalu saja ada halangan untuk berangkat karena saya kurang teliti merencakan jadwal cuti. Saya punya satu syarat yaitu perjalanan ini HARUS dilakukan di musim gugur. Alasannya karena saya suka sekali melihat pepohonan dengan daun yang mulai mengering. Selain itu waktu sekitar musim gugur relatif lebih sepi turis dibandingkan musim semi atau musim panas. Menurut beberapa artikel yang saya baca, Siberia lebih indah ketika tertutup salju tapi saya takut tidak tahan dengan dinginnya dan selain itu takut sakit punggung menggendong ransel berat berisi extra baju hangat.
Setelah beberapa musim gugur berlalu dan saya selalu gagal menemukan waktu yang pas untuk memulai perjalanan dari Vladivostok, akhirnya saya ganti rencana mencari info dan membandingkan 2 jalur, yaitu: Beijing – Rusia (Trans Manchurian) dan Beijing – Ulan Bataar – Rusia (Trans Mongolian). Saya hitung jatah cuti yang tersisa yang ternyata hanya cukup untuk melakukan perjalanan dari Beijing ke Moscow dengan 1 stop di Irkutsk (Lake Baikal). Sayang sekali kalau hanya berhenti di satu kota saja dan melewatkan kota-kota di Rusia yang lain. Sempat terpikir untuk menunda lagi sampai tahun depan dengan harapan bisa nabung jatah cuti. Tapi kalau ditunda terus kapan berangkatnya??
Sebenarnya saya ingin sekali lewat Mongolia karena kereta melintasi Gurun Gobi jadi pemandangan dari kereta tidak hanya pedesaan dan padang rumput saja. Tapi sekali lagi karena waktu yang mepet saya harus memilih lewat Manchuria (Man Zhou Li) karena kalau lewat Mongolia walaupun tidak turun dari kereta tetap harus punya visa. Nah saya lebih-lebih tidak punya waktu untuk mengurus visa Mongolia. Lha wong visa China saja saya harus pakai jasa travel agent. Hanya visa Rusia yang saya urus sendiri. Untuk hal ini saya terpaksa harus ijin kerja 2 x setengah hari. Untung boss saya baik jadi OK saja dengan saya yg sering ijin hehe…
Saya sudah mengumpulkan info tentang Trans Siberian Railway dari beberapa tahun yang lalu jadi kali ini cukup meng-update info dan mencari info tentang Trans Manchurian. Selain itu saya juga berusaha mencari teman jalan dengan nge-post di berbagai website. Sebagian besar tanggapan yang saya terima sekedar email basa-basi yang hanya menanyakan rencana perjalanan saya. Kira-kira di bulan Juni saya mendapat balasan dari seseorang yang punya rencana dan jadwal yang hampir sama. Awalnya kami berkomunikasi melalui forum Lonely Planet Thorn Tree travel forum – Travel Companions (website yang mempertemukan kami) lalu berlanjut dengan email dan chat via Skype.
Teman baru saya ini namanya Thomas dari Belgia. Dia sebenarnya sudah punya rencana dan jadwal yang hampir fix yang berbeda dengan saya. Tapi karena Thomas orang yang terlalu baik jadi dia mau merubah jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal saya. Nah saya yang juga baik hehehe… merubah rencana saya dan mengambil cuti tidak dibayar agar bisa mengunjungi kota-kota di Rusia yang Thomas ingin kunjungi. Oya disini saya sebut jadwal bukan hanya waktu karena dalam mengatur perjalanan ini kami tidak hanya menentukan tanggal sekian ke kota A atau B tapi lebih detail dari itu.
Seperti ini jadwal perjalanan kami:
– 26 September jam 7.55 pagi ketemu di stasiun kereta api Irkutsk di dekat pintu keluar utama. Setelah itu naik bus atau tram ke terminal bus untuk mencari bus ke Olkhon Island (Lake Baikal).
– 26 September siang – 28 September pagi berwisata di sekitar Olkhon Island. Kembali ke Irkutsk sebelum jam 12 siang. Sampai Irkutsk jam 6 sore. Ketemu teman Couch Surfing (CS) dan jalan-jalan sampai jam 9 malam. Ke stasiun kereta untuk berangkat ke Kazan jam 23.42.
– jadwal berikutnya tidak saya tulis karena jadwal kami berantakan
Membuat jadwal ‘di atas kertas’ sih gampang dan sepertinya semua mungkin dilakukan tapi karena kenyataan di lapangan dan info yang kami dapat tidak sesuai jadi kami harus mengingat jadwal yang penting saja seperti jam berangkat kereta api. Hal lain menyesuaikan seperti waktu akan bertemu teman CS kami harus berkali-kali SMS laporan ‘we are at … will be there in … minutes (maybe)’ hehehe… untung anak-anak CS juga traveler jadi bisa mengerti kalau kami ganti-ganti waktu ketemu.
Secara garis besar rencana pernjalanan kami adalah mengunjungi Irkutsk, Olkhon Island (Lake Baikal), Kazan, Nizhny Novgorod, Suzdal dan Moscow. Saya tidak tahu apa-apa tentang kota Kazan dan ternyata Thomas juga baru dengar. Nah yang ingin sekali ke Kazan itu Thomas karena dia belum pernah mengunjungi kota yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Saya yang besar di Indonesia tentu tidak tertarik dan berencana mengunjungi kota lain seperti Novosibirsk, Krasnoyarsk, atau Ekaterinburg. Kota-kota yang lebih terkenal. Tapi setelah saya cek jadwal kereta api, kalau kami berpisah kemungkinan tidak bisa bertemu lagi. Akhirnya saya ikut rencana Thomas dan ternyata saya jatuh cinta dengan Kazan. Nanti saya ceritakan tentang Kazan di artikel berikutnya 🙂
Visa dan tiket kereta
Nah sekarang saya ceritakan tentang visa Rusia dan pembelian tiket kereta api. Thomas memesan semua tiket kereta yang berangkat dari kota-kota di Rusia melalui travel agent Trans Sputnik yang pusatnya di Den Haag – Belanda. Kami menggunakan website http://www.trans-sputnik.nl/ untuk mengecek jadwal dan harga tiket kereta api. Selain itu kami juga membandingkan dengan http://www.realrussia.com/ yang pusatnya di London – Inggris. Beberapa artikel yang saya baca lebih merekomendasikan Real Russia tapi karena Thomas lebih mudah mengirim dokumen ke Den Haag jadi dia pesan lewat Trans Sputnik. Kalau hanya memesan dan membeli tiket bisa dilakukan secara online atau dengan email tapi Thomas juga memakai jasa travel agent ini untuk pengurusan visa (China, Mongolia, Rusia) jadi dia harus mengirim dokumen termasuk passportnya.
Saya tadinya berencana memesan lewat Real Russia sekalian beli Visa Invitation untuk pengurusan visa. Tapi karena Real Russia tidak bisa mengeluarkan Visa Invitation untuk WNI yang tidak memesan hotel lewat Real Russia jadi saya cari info tentang website lain. Beberapa website yang bisa menyediakan Visa Invitation membalas email saya dengan jawaban yang sama dengan Real Russia dan hanya satu website http://www.visatorussia.com/ yang bisa menyediakan visa Invitation untuk WNI tanpa syarat macam-macam. Saya hanya perlu mengisi formulir dan melakukan pembayaran secara online. Untuk single entry visa yang berlaku sampai dengan 30 hari biayanya 30USD. Visa Invitation dikirim melalui email keesokan harinya. Kalau kedutaan besar Rusia meminta Visa Invitation yang asli, bisa juga minta Visa to Rusia untuk mengirimkan melalui pos. Kedutaan Rusia di Singapura tidak mengharuskan untuk memperlihatkan Visa Invitation yang asli jadi cukup mencetak Visa Invitation yang dikirim melalui email.
Dokumen yang disebut Visa Invitation ini sebenarnya ada 2 yaitu Visa Invitation itu sendiri dan Tourist Voucher yang berisi keterangan kapan dan berapa lama tinggal di Rusia dan tinggal di kota/ hotel mana saja. Saya menulis nama hostel yang sudah saya pesan tapi ketika di kedutaan Rusia mereka tidak meminta bukti pemesanan hostel. Tiket keluar dan masuk Rusia saja tidak diminta. Dokumen yang diperlukan hanya Passport, fotokopi Resident Card Singapura, Visa Invitation dan Tourist Voucher, dan fotokopi asuransi perjalanan (tidak wajib untuk WNI).
Setelah Visa Invitation didapat saya membeli tiket kereta melalui 2 website, yaitu: http://www.chinatraveldesigner.com/ (CITS) untuk kereta yang berangkat dari Beijing (kereta no.19) dan http://www.rzd.ru/ (RZD) untuk kereta yang berangkat dari kota-kota di Rusia. Pemesanan melalui CITS sangat mudah hanya dengan mengisi formulir secara online dan mereka akan mengirimkan email berisi link untuk melakukan pembayaran melalui Pay Pal. Setelah pembayaran diterima CITS akan mengirimkan voucher untuk ditukar dengan tiket asli. Nah ini yang agak merepotkan karena harus menukar tiket di kantor CITS di Beijing.
Pembelian tiket melalui RZD susah tapi gampang 🙂 susahnya karena halaman untuk booking hanya tersedia dalam bahasa Rusia dan dalam huruf Cyrilic tapi RZD mengeluarkan e-ticket yang bisa langsung digunakan di kereta api tapi harus registrasi terlebih dulu (ada syarat-syarat lainnya). Kalau saya memilih cara yang lebih mudah dan aman yaitu dengan menukar e-ticket dengan tiket asli di stasiun kereta api. Penukaran bisa dilakukan di loket atau dengan mesin yang seperti mesin ATM. Asal mau bersusah-susah belajar membaca cyrilic semua prosesnya jadi gampang 🙂 Oh ya satu info penting, RZD tidak mengirimkan e-ticket ke alamat email tapi e-ticket tersimpan dalam akun RZD jadi waktu registrasi jangan sampai lupa username dan password-nya.
Mungkin ada yang tanya kenapa saya mau repot membeli tiket dari RZD. Jawabannya tentu saja karena jauh lebih murah dari pada membeli melalui travel agent. http://www.rzd.ru/ adalah website resmi PJKA-nya Rusia jadi harga online adalah harga yang sama dengan beli langsung di loket. Perbedaan harganya bisa jauh sekali misalnya untuk kereta cepat dari Vladimir ke Moscow harganya hanya 27USD sedangkan travel agent menjual dengan harga sekitar 50USD. Harga tiket yang ditawarkan Trans Sputnik untuk semua kereta yang saya pilih dari Irkutsk sampai Moscow adalah 473USD. Dengan membeli langsung dari RZD saya hanya cukup membayar 206USD. Lumayan kan uang yang 267USD bisa buat uang saku 🙂
Kelebihan membeli tiket kereta melalui travel agent selain karena lebih mudah juga lebih terjamin dapat tiket karena travel agent bisa mulai memesan tiket dari 60 hari sebelumnya sedangkan pembelian melalui RZD dibuka 45 hari sebelumnya. Thomas yang sudah dapat tiket mengirim detail tiketnya jadi saya bisa memilih untuk pesan di gerbong dan kompartemen yang sama atau kursi disebelah Thomas. Hal ini hanya untuk kereta api yang berangkat dari Rusia. Sedangkan untuk kereta api yang berangkat dari Beijing semua tergantung komputer dan amal ibadah calon penumpang saya kira hehe… Saya berusaha meminta CITS untuk mencarikan tempat di kompartemen di tengah gerbong dan di berth (tempat tidur) atas. Berkali-kali saya minta jawabannya selalu sama: tidak bisa. Jadi benar-benar harus pasrah pada nasib dan akhirnya saya tidak dapat berth atas. Saya pikir berth atas lebih enak karena tidak perlu berbagi tempat dengan penumpang lain. Kalau dapat berth bawah biasanya di siang hari jadi sofa untuk duduk penumpang berth atas jadi kurang bebas kalau mau tiduran. Untungnya kompartemen saya hanya terisi 3 penumpang dan berth di atas saya kosong jadi bebas mau duduk, mau tiduran, atau mau koprol sama bilang WOW! juga bisa 🙂
Di kereta.
Setelah saya merasakan berth atas dan berth bawah, satu tip dari saya: usahakan dapat berth bawah karena tidak mudah menapaki anak tangga mini untuk naik ke berth atas. Kalau kompartemen di kelas 2 (kupe) berth atas masih lumayan ada ruang untuk gerak. Tapi kalau di kelas 3 (platskartny) aduhhh… saya yang berbadan kecil saja susah gerak. Waktu pertama melihat berth atas platskartny saya tenang-tenang saja karena kelihatannya jarak antara berth dengan rak penyimpanan atas cukup tinggi. Tapi begitu naik saya cuma bisa merangkak dan membungkuk pokoknya tiba-tiba bisa jadi ahli contortionist 🙂 Saya membayangkan kalau yang badannya besar gimana ya? Hehe… ternyata perlu keahlian khusus untuk bisa tiduran nyaman di berth atas. Saya mengamati cara orang Rusia yang gede-gede itu naik turun dan kelihatannya mereka tidak ada masalah dengan ruang yang sempit.
Ada yang mempertanyakan keamanan di kereta api untuk penumpang perempuan yang traveling sendirian. Jawaban saya: sangat aman. Untuk keamanan barang-barang pribadi tentunya kita sendiri yang harus bertanggung jawab kalau saya selalu membawa barang dan dokumen penting di tas kecil kemana pun saya pergi. Ke toilet, ambil air di samovar, ke gerbong restoran atau sekedar jalan-jalan ke gerbong lain tas kecil itu selalu saya bawa. Nah kalau untuk keamanan dari pelecehan atau tindak kekerasan, sepertinya sih kecil kemungkinan terjadi ya karena tiap gerbong dijaga 2 train attendants (provodnitsa) yang perawakannya bikin jiper preman.
Walaupun saya traveling bareng Thomas tapi saya lebih banyak sendirian di kereta karena Thomas memilih kelas 2 sedangkan saya di kelas 3. Nah selama itu saya tidak diganggu oleh penumpang laki-laki. Tidak satu kali pun! Kabarnya kereta api Trans Siberian sama dengan Kereta Vodka karena banyak penumpang yang minum-minum vodka tapi saya tidak melihat penumpang yang minum Vodka. Penumpang laki-laki malah banyak yang minum Coca Cola atau Pepsi. Saya tanya Thomas apa pernah ditawari minum vodka dan dia bilang bukan ditawari tapi waktu dia di gerbong restoran dia diajak patungan beli vodka dan kejadian itu pun hanya sekali.
Agar tidak bosan di kereta bawalah buku kalau anda suka baca atau MP3 player yang bisa jadi penanda ‘sedang malas diajak ngobrol’. Kalau saya waktu itu hanya menulis catatan saja karena lupa bawa buku panduan Trans Siberian Railway yang saya punya. Dari pengalaman saya tanpa buku panduan tidak ada masalah justru yang penting adalah cetak Time Table untuk mengetahui jam berapa dan hari apa kereta sampai di stasiun mana dan berapa lama kereta berhenti di stasiun tersebut. Time Table ini sangat membantu kalau butuh sesuatu yang harus dibeli di stasiun jadi bisa siap-siap dan begitu kereta berhenti bisa langsung turun. Kalau untuk saya pribadi Time Table adalah alat untuk memperkirakan jadwal toilet dibuka dan ditutup. Di beberapa stasiun besar toilet akan ditutup 30 menit sebelum dan sesudah meninggalkan stasiun.
Untuk urusan perut jangan khawatir karena ada gerbong restoran yang menyediakan makanan dengan harga yang lumayan murah. Gerbong restoran kereta ini berganti-ganti sesuai negara yang dilewati. Ketika lewat wilayah China ya gerbong restorannya menyediakan makanan China. Petugasnya pun orang China walaupun petugas di kereta yang lain semua orang Rusia. Saya memesan nasi dengan ayam tumis paprika seharga 5USD. Makanan yang sama yang pernah saya beli di restoran di Beijing seharga 4USD. Selain di gerbong restoran kita juga bisa membeli makanan seperti roti, snack atau buah bahkan ikan goreng dari penjual yang berkeliling di stasiun kereta.
Di tiap gerbong ada dispenser untuk air panas yang disebut Samovar. Dispenser air dingin juga ada yang letaknya di dinding dekat toilet.
Colokan listrik (power point outlet) dengan voltage 220V tersedia juga di tiap gerbong. Di gerbong kelas 2 tersedia 4 colokan di tengah gerbong, 2 di toilet dan 2 di dinding dekat toilet. Di gerbong kelas 3 setahu saya hanya ada 2 colokan di dekat toilet dan di dekat samovar. Kalau mau men-charge sesuatu sebaiknya ditungguin karena banyak orang lalu lalang di gerbong.
OK itu dulu ceritanya… dilanjut di artiket berikutnya ya 🙂
salam ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *