TRANS MANCHURIAN – TRANS SIBERIAN (5) – IRKUTSK

Kereta yang saya tumpangi dari Beijing sampai di Irkutsk jam 18.55 waktu setempat. Saya langsung jalan menuju pintu keluar untuk mencari money changer tapi tidak ketemu. Saya malah jadi pusing melihat (dan berusaha membaca) tulisan-tulisan dalam huruf Cyrilic yang memenuhi kaca-kaca jendela toko di sekitar stasiun.
Irkustk adalah salah satu kota terbesar di Siberia dan sering dianggap sebagai ibu kota-nya Siberia tapi sangat sulit menemukan money changer. Menurut teman saya yang asli Irkust, penukaran uang hanya bisa dilakukan di bank atau konter Western Union (yang adanya di bank juga). Katanya dia belum pernah melihat ada kios money changer selain di bank. Aduh! Kepala saya tambah pusing memikirkan cara untuk membayar hostel karena saya tidak punya uang Ruble sepeser pun.
Saya mencoba menarik uang dari ATM juga tidak bisa kata si mesin dia tidak bisa memproses transaksi kartu saya. Beberapa ATM saya coba tapi hasilnya sama saja, tidak bisa mengeluarkan uang. Hiks T_T Saya lalu telephone hostel (Trans Sib Hostel) dan menjelaskan situasi saya. Untungnya (selalu ada untung) mereka mengijinkan saya menginap semalam dan membayar kalau saya sudah punya Ruble. Saya sangat berterima kasih dan sedikit memaksa untuk membayar dalam US Dolar sebagai jaminan.
Waktu masih dalam perjalanan di kereta saya sudah punya rencana kalau sampai di hostel bisa mandi, makan dan tidur nyenyak. Tapi hanya mandi yang benar-benar bisa saya lakukan dengan baik. Yup… mandi dengan baik karena 3 hari di kereta badan tidak kena air 🙂 Saya tidak makan karena tidak punya uang Ruble untuk membeli makanan. Tidur juga larut malam dan tidak nyenyak karena saya menunggu balasan SMS dari Thomas.
Seperti yang saya ceritakan di bagian pertama, Thomas adalah teman perjalanan dari Irkutsk sampai Moscow yang saya kenal dari internet. Kami sepakat untuk bertemu di stasiun Irkutsk tgl 28 September 2012 jam 07.55 di peron untuk kereta yang dari Ulan Ude. Sekitar sebulan sebelum kami memulai perjalanan ini, kami menghubungi salah satu anggota Couch Surfing (http://www.couchsurfing.org/) yang ada di Irkutsk siapa tahu dia bisa menemani kami jalan-jalan. Email kami dibalas dengan good news, teman baru kami ini (namanya Artem) tidak hanya bisa menemani jalan-jalan tapi juga bersedia menjemput kami di stasiun dan mengantar kami ke terminal bus untuk melanjutkan perjalanan ke Olkhon Island. Jadi pagi itu rencananya kami bertiga bertemu untuk pertama kalinya.
Saya mengirim SMS ke Thomas dan Artem kalau saya tidak bisa bertemu mereka di stasiun karena saya harus ke bank untuk menukar uang dan kembali ke hostel untuk membayar biaya menginap semalam. Saya mempersilahkan Artem untuk menjemput Thomas di stasiun dan mengantar ke teminal bus seperti rencana semula. Artem langsung membalas SMS saya sedangkan SMS dari Thomas baru saya terima sekitar jam 6 pagi karena di Ulan Ude tidak ada sinyal seluler.
Esok paginya jam 07.45 saya membangunkan staff hostel, minta dibukakan pintu karena saya mau ke bank. Saya kira bank buka jam 08.00, staff hostel juga bilang begitu tapi ternyata bank di dekat hostel buka jam 10.00. Dari pada kembali ke hostel saya SMS Artem menanyakan dimana posisi dia. Ternyata Artem sudah di stasiun dan sedang mencari Thomas. Saya kirim SMS lagi ke Artem minta mereka untuk menunggu saya di dekat pintu keluar stasiun.
Saya jalan cepat plus lari biar cepat sampai stasiun. Saya tidak mau membuat mereka menunggu, masa udah merusak rencana mesti bikin mereka menunggu 🙁 Tapi ternyata Artem masih belum juga menemukan Thomas. Jadi mereka berdua saling mencari di dalam stasiun dan saya menunggu (sambil menggigil) di luar stasiun. Tiap kali ada 2 cowok yang 1 berambut pirang dan yang 1 berambut hitam dan menggendong ransel saya tanya ‘Are you Artem? Are you Thomas?’ hehehe… Sudah gak sabar ketemu mereka untuk minta maaf 🙂
Tidak (terlalu) lama saya menunggu akhirnya bisa ketemu dengan mereka untuk yang pertama kali dan kalimat perkenalan saya adalah: ‘I am so sorry’. Mereka menjawab It’s OK dan malah menawarkan untuk membantu dan menemani saya mencari money changer. Saya tidak langsung menerima tawaran mereka walaupun aslinya butuuuuhhh sekali bantuan mereka. Saya tanya tentang bus yang ke Olkhon Island, registrasi Visa-nya Thomas karena dia belum registrasi di Ulan Ude dan apakah benar-benar tidak masalah kalau Thomas harus menggendong ransel putar-putar kota mencari bank. Mereka menjawab pertanyaan saya dengan: ‘No Problem’. Maka berangkatlah kami ke pusat kota dengan tram no. 1. Thomas membayar 24 Ruble untuk 2 orang (dia dan saya).
1,5 jam kami putar-putar mencari bank yang buka paling awal dan setelah dapat Ruble kami langsung naik bus menuju hostel saya. Kali ini saya yang bayar 24 Ruble untuk Thomas dan saya.
Cara membayar transportasi di Irkutsk beda-beda. Di tram ada kondektur/ kernet yang keliling menarik uang dan mengeluarkan karcis. Di bus tidak ada kondekturnya jadi penumpang membayar dengan cara memasukan uang ke kotak dekat sopir ketika akan turun dari bus. Kalau naik marshurtka penumpang membayar langsung diberikan ke sopirnya. Saya pribadi lebih suka naik tram karena benar-benar berhenti di tram stop sedangkan bus hanya setengah berhenti. Penumpang belum turun sopirnya sudah siap tancap gas. Kalau marshrutka lebih nyaman sebenarnya tapi jalur dan naik atau turun dimana-nya membingungkan. Sepertinya hanya untuk orang lokal saja hehehe…
Setelah urusan saya dengan pihak hostel selesai kami lalu ke terminal naik tram no.1 (lagi) dan turun di pertempatan dekat dengan stasiun. Well… tidak terlalu dekat juga sih kira-kira masih harus jalan kaki 2 blok. Artem langsung mengajak kami masuk ke gedung terminal dan bertanya ke ibu-ibu di loket tiket tentang jadwal bus yang ke desa Khuzir di Olkhon Island. Ternyata hanya ada 1 bus per hari yang berangkat dari Irkutsk ke Olkhon Island dan jadwal berangkatnya adalah jam 08.00. Saya tahu kalau akses ke Olkhon Island terbatas tapi tidak pernah terpikir kalau bus umum hanya ada 1 per hari 🙁
Olkhon Island adalah pulau terbesar dan satu-satunya yang berpenghuni di tengah Lake Baikal. Konon katanya pulau ini adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan Lake Baikal. Itulah kenapa kami mau bersusah payah menyempatkan diri mampir ke pulau ini. Ada beberapa cara menuju Olkhon Island dari Irkutsk tapi sangat tergantung pada musim, jadi kalau mau kesana carilah info terbaru yang paling up to date. Menjelang dan setelah musim dingin pulau ini bisa dibilang terisolasi dari ‘dunia luar’ selama kira-kira 2 minggu. Di musim semi, panas dan gugur, pulau ini bisa dijangkau dengan ferry sedangkan di musim dingin ketika air danau benar-benar sudah menjadi es, mobil bisa langsung menyeberang melintasi es.
Kalau jalan-jalan tanpa ikut tour dan tanpa informasi akurat yang memadai jadinya seperti kami, terlunta-lunta di terminal Irkuts hehehe… Artem mengajak kami keluar terminal dan menyeberang ke tempat mangkal Minivan/ Marshurtka. Di tempat itu ada banyak marshurtka tapi tidak semua berangkat ke desa Khuzir. Desa ini adalah desa dengan penghuni terbesar tapi ada juga desa lain namanya Listvyanka yang juga tujuan populer turis di Olkhon Island. Tadinya Thomas dan saya mau menginap di Listvyanka semalam dan di Khuzir semalam tapi untungnya kami menemukan artiket yang menyebutkan kalau tidak ada alat transportasi yang menghubungkan 2 desa ini. Jadi kalau dari Listvyanka mau ke Khuzir harus kembali ke Irkutsk dulu.
Mencari marshrutka yang ke Khuzir susah-susah gampang. Susah karena sopir marshrutka hanya bisa bahasa Russia dan mereka punya jadwal yang ‘suka-suka’. Gampang kalau keberuntungan sedang berpihak pada kita hehehe… Saya kira orang yang fasih berbahasa Russia juga kesulitan, contohnya Artem dia harus telephone dan kirim SMS ke kenalan-kenalannya karena negosiasi dengan sopir marshurtka yang alot dan tiada hasil. Begini ceritanya, siang itu sekitar jam 10.00 ada seorang sopir yang mendekati kami dan bertanya apakah kami mau ke Khuzir dengan marshrutka-nya. Tentu saja kami mau hanya saja dia hanya mau berangkat jam 15.00. Artem bilang ke sopir ini kalau kami mau mencari alternatif lain dulu.
Waktu kami berdiri menunggu, kami didekati seseorang yang ternyata traveler dari New Zealand yang juga mau ke Khuzir. Dia dan 3 orang temannya tadi sudah negosiasi dengan sopir marshrutka dan katanya si sopir ini mau berangkat jam 13.00. Dia bertanya kalau kami berdua mau gabung mungkin saja sopir itu mau berangkat lebih awal. Kami setuju. Dia lalu mencari sopir yang dimaksud yang ternyata adalah orang yang sama dengan yang tadi negosiasi dengan Artem. Berita buruk buat teman New Zealand kami karena ternyata sopir ini hanya mau berangkat jam 15.00 bukan jam 13.00 seperti yang tadi dia bilang.
Hedewww… karena pusing dan capai kami lalu masuk ke restoran cepat saji di dekat situ untuk makan, istirahat dan saling memperkenalkan diri. Teman baru kami yang dari New Zealand itu ternyata bekerja di Paris dan dia melakukan perjalanan ini bersama temannya (kayaknya pacarnya deh) yang orang Perancis. Nah ternyata mereka juga baru kenal dengan 2 traveler lain yang dari Irlandia (kalau yang ini beneran pacaran).
Sebenarnya ada 1 traveler lain tapi dia mau ke Listvyanka dan dia lebih beruntung dari kami karena ada marshurtka yang berangkat lebih awal. Artem juga membantu dia untuk negosiasi dengan sopir marshrutka yang ke Listvyanka. Jadi hari itu Artem tiba-tiba jadi guide dan translator untuk paling tidak 7 orang asing 🙂 Setelah memastikan kalau kami dapat transportasi ke Khuzir, Artem lalu pamit karena dia harus bekerja.
Tip: di Irkutsk ada banyak restoran cepat saji yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga makanan di negara maju seperti Singapura dan negara-negara Eropa. Tapi sebenarnya ada banyak restoran dan cafe yang interiornya kelihatan mahal tapi harga makanannya lebih murah dan rasanya jauh lebih enak dari restoran cepat saji.
*sup kelapa muda dicampur wortel dan daun bawang. rasanya? aneh!
Di terminal bus Irkutsk ada tempat penitipan barang yang letaknya di belakang ruang kasir tapi jalan masuknya belok-belok gak jelas. Untungnya pagi itu ada pegawai yang bisa bahasa Inggris jadi kami diantar ke locker dan dijelaskan aturan dan biaya yang harus dibayar. Kalau tidak salah biayanya dihitung per 12 jam dan tergantung besarnya barang yang dititipkan. Saya hanya membayar 90 Ruble untuk ransel ukuran 35 liter. Sedangkan Thomas membayar 120 Ruble karena ransel dia lebih besar kira-kira 70 liter.
Setelah menitipkan barang kami jalan-jalan ke pusat kota. Saat inilah yang buat saya menjadi ‘awal perjalanan bersama’ dengan Thomas. Cara traveling kami berdua ternyata sangat berbeda. Thomas adalah tipe orang yang merencakan sesuatu dengan baik sedangkan saya tipe ngasal aja 🙂 mengikuti kemana kaki melangkah. Thomas berusaha untuk mengunjungi semua tempat-tempat wisata sedangkan saya tidak. Jadi kadang-kadang saya nongkrong di suatu tempat menunggu Thomas yang jalan-jalan ke tempat lain. Kami berdua bisa saling toleransi jadi tidak pernah ada masalah 🙂
Tempat-tempat wisata di Irkutsk sebagian besar lokasinya di pusat kota di sekitar tepian sungai Angara. Jalan kaki di daerah ini cukup nyaman karena trotoarnya baik dan bersih. Zebracross banyak yang dilengkapi dengan Green Man – Red Man. Sopir-sopir juga akan berhenti kalau ada pejalan kaki yang mau menyeberang jalan asalkan kita menyeberang di zebracross. Ini foto tempat-tempat yang kami kunjungi dalam waktu super singkat. Cuma 2 jam bo!
*Bogoyavlensky Cathedral
*Saviour Church
*Vechniy Ogon – вечный огонь – Eternal Flame – Api Abadi
*di Irkutsk masih banyak rumah-rumah kayu tapi sayang tidak terawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *