TAK KAN LARI HIMALAYA DIKEJAR (12) – TREKKING DAY 3 – NAMCHE

DAPET TWIN BAYAR SINGLE.

ini kamar di Himalayan Lodge Sherpa. Kamarnya sederhana tapi bersih. Gak ada selimut tapi kalo minta ya dikasih. Saya sih gak perlu karena suhu udara cum 7 derajat celsius.

Di kamar ini gak ada colokan listrik. Mau charge HP? Bawa ke dining room. Full charge bayar 200 Npr. Mehong? Murceeee… di desa lain charge bayarnya per jam cyynnn… itu aja tarifnya bisa 300 Npr per jamnya.

Walo gak ada colokan tapi ada lampu yaang bisa dinyalakan kapanpun. Penting gitu disebut?? Iyes. Di desa lain ada kamar yang tanpa lampu. Kalo ada juga belum tentu bisa nyala.

Harga kamar ini walo cuma dipake saya seorang cuma 200 Npr semalem. Murce karena saya juga makan di lodge ini. Kalo makan tempat lain harganya beda. 1000 Npr kalo gak salah.

SAPAAN PAGI.

mata melek liatnya pemandangan begini.

MUSEUM (YANG GRATIS)

Jalan-jalan di Himalaya gak bisa suka-suka mau kesini sekarang, kesana ntar. Karena letaknya yang diatas 3000m diatas permukaan laut jadi kita-kita yang hidup di tempat rendah perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

Namche letaknya 3440m DPL, disinilah biasanya trekkers istirahat sehari untuk aklimatisasi. AMS gak pandang bulu. Dia bisa menyerang siapa saja walo tubuhnya super fit sekalipun. Ada trekker dari Inggris yang udah jajah Patagonia dan summit Kilimanjaro tapi tepar di Namche. Dia harus balik lagi ke Monjo dan aklimatisasi disana.

Saya bisa dibilang untuuuunnnggg banget. Selama perjalanan dan di Namche gak ada gejala kena AMS. Ya abis gimana mau kena… males juga si AMS ngampirin saya yang jalannya supeeerrr lemot. Ini alasan saya pake guide private. Biar saya bisa atur kecepatan jalan.

Hari pertama di Namche saya tepar. Hari kedua harus keluar jalan-jalan karena baca-baca kalo aklimatisasi itu gak boleh tidur-tiduran aja. Guide saya ngajak ke museum. Lokasinya naik-naik ke puncak gunung. Aslinya sih deket banget sama lodge tapi kaki saya masih ngambek jadi rasanya berat banget melangkah kesana.

Ini museum milik pemerintah. Masuknya gratis. Disini bisa lihat-lihat foto dan baca-baca info tentang Sagarmatha National Park.

 
STATUE OF TENZING NORGAY SHERPA.

ini patungnya pak Tenzing Norgay Sherpa. Salah satu dari 2 orang pertama yang berhasil sampai puncak Everest. Lokasi patung ini gak jauh dari museum. View dari tempat ini bagus banget.

‘Itu orang-orang pada naik kemana?’ Tanya saya ke guide menunjuk rombongan trekkers yang mendaki bukit. Jalannya curam dan tingginya banget-banget.

‘Itu mereka mau ke view point. Dari sana bisa lihat Everest. Abis ini kita kesana.’ Kata guide saya.

*mlerok tajam

Belum cukupkah kau siksa aku turun naik bukit selama 2 hari???

No way mannnnn

HIGHEST AND LOWEST PLACES ON EARTH.

Batu ini diambil dari tepian Laut Mati. Batu dari tempat ini diambil dan dibawa kesana. Ijol-ijolan ceritanya. Batu dari tempat tertinggi di dunia diletakkan di tempat paling rendah (elevasinya). Vice versa.

Juga sebagai simbol persahabatan antara Nepal dan Israel.

RUMAH TRADISIONAL SHERPA.

tadinya saya kira yang disebut Sherpa itu adalah orang yang jadi guide dan porter buat mendaki Everest. Ternyata Sherpa itu salah satu Ethnic group yang ada di Nepal. Orang Sherpa namanya pake Sherpa dibelakangnya. Lama-lama jadi kayak nama keluarga.

Di museum yang gratis ada foto rumah tradisional Sherpa. Denahnya kayak di foto ini. Rumahnya 2 lantai. Lantai 1 cuma kayak buat storage gitu. Dapur, ruang tidur, living dan dining ada di lantai 2. Ada ruang khusus untuk berdoa juga.

MUSEUM (MILIK PRIBADI – BAYAR)

Selain museum gratisan ada juga museum yang dimiliki perorangan. Masuknya bayar 250 Npr. Bisa masuk rumah tradisional Sherpa (yang di foto ini), ruang foto dan dokumentasi para Sherpa yang mendaki Everest, ruang pameran foto budaya ethnic Sherpa, dan ruang multimedia dimana kita bisa nonton slide tentang Sagarmatha National Park.

RUANG SEMUANYA.

ini foto lantai 2 rumah tradisional Sherpa. Tidur disini, masak disini, makan disini, semuanya disini. Kecuali berdoa ada ruang khusus yang bersekat dan berpintu.

RUANG DOA.

ini foto ruang doa. Keren ya

nah yang ini foto sisi satunya. Keliatan pintu masuk ke ruang doa.
LANTAI 1.

ini foto lantai 1, ruang dibawah tangga. Yang lempengan-lempengan itu adalah kotoran Yak yang sudah dikeringkan (dijemur). Ddipakai untuk bahan bakar.

Brarti makanan yang kamu makan dimasak pake bahan bakar tai Yak, Bid? Ya gak lahhhh… kan ada kompor gas. Tapi kalo yang di desa atas mencurigakan juga sih hahaha…

*tutup mata. Gak mau liat dapurnya

TOILET.

buat yang mau diet. Dari pada beli obat mahal-mahal pandangin aja foto ini sesaat sebelum makan.

Eh tapi gak bauk lhoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *