MACEDONIA

patung ibu dan anak di Skopje

 

‘What’s your next destination?’ Tanya temannya teman saya.

‘It’s FYROM.’ Katanya setelah tau saya akan ke Macedonia.

FYROM atau Former Yugoslav Republic of Macedonia adalah nama yang tercacat di PBB karena Yunani gak terima negara yang baru merdeka tahun 1991 ini memakai nama Macedonia, sebuah wilayah di Yunani utara yang beribukota Thessaloniki.

Saya masuk Macedonia dengan naik kereta dari Thessaloniki. Keretanya model sleeper dengan kabin untuk 4 orang. Kalo gak salah kereta berangkat jam 6.30 malam dan sampai Skopje ibukota Macedonia jam 11an malam.

Stasiun kereta Skopje serem abis. Gelap, sepi dan beberapa bagian sedang direnovasi. Saya cari pintu keluar mengikuti peta dan petunjuk dari hostel. Ternyata exit itu tepat dibawah jembatan layang. Lebih gelap, lebih sepi, becek dan pesing.

Jalan beberapa langkah baru keliatan ada halte bus dan saat hampir tengah malam masih banyak perempuan lalu lalang turun naik bus. Saya jadi gak takut lagi dan yakin ini daerah yang aman.

Hostel yang saya booking lokasinya dekat dengan stasiun kereta. Agak masuk kampung gitu. Bangunan rumahnya ada yang bagus tapi banyak yang jelek. Pagar banyak yang gak terawat. Mobil rusak dibiarkan aja dipinggir jalan.

Paginya saya baru bisa melihat wajah ibukota ini. Bangunan baru dimana-mana. Sebagian besar desainya berkiblat ke Eropa barat. Di pusat kota buanyak sekali patung. Dari yang mini sampai yang mono.

Kesan pertama: sibuk memoles wajah biar keliatan hebat

bukti registrasi

 

Rupanya Macedonia masih menerapkan aturan wajib lapor atau registrasi bagi turis/ orang asing. Registrasi dilakukan dalam waktu 24 jam dari saat masuk Macedonia. Kalo tinggal di hotel/ hostel kita akan langsung diberi kertas bukti registrasi seperti yang ada di foto ini. Kertas ini juga bisa dijadikan identitas selama kita di Macedonia. Jadi passport gak perlu dibawa kemana-mana.

Kalo tinggal sama penduduk setempat kita harus datang sendiri ke kantor polisi ditemani tuan rumah. Rempong ya?! Tapi ya hal ini biasa di negara-negara pecahan Yugoslavia dan Soviet.

Enaknya registrasinya gratis jadi tinggal kasih passport aja. Nah aturannya kalo pindah alamat tempat yg kita tinggali mestinya juga lapor lagi tapi kebanyakan pada gak lapor dan gak ada masalah.