ISTANBUL – BLUSUKAN

 

there is no trip without blusukan.
Dari awal niat ke Turki memang hanya untuk transit. Demi menghemat duit agar bisa menunda jatuh miskin jadi beli tiket ketengan via Turki.

‘Kamu yakin mau ke Turki?’ Tanya teman saya.

‘Cuma bentar kok… lagian gak bakal kemana-mana… cuma nongki-nongki aja di hostel.’ Jawab saya.

Ya. Niatnya memang cuma mau ngendon di hostel. Gak akan ke daerah yang ramai turis. Tau dong kenapa…

Malam pertama saya nginep di hotel bagus karena nebeng mbak Christina. Malam berikutnya kembali ke selera asal. Di hostel 150 ribuan semalem. Di daerah Taksim biar deket sama tempat mangkal shuttle bus yang ke bandara.

Karena gak ada niat ke pusat turis jadi seharian cuma jalan-jalan blusukan ke pemukiman penduduk yang berupa bangunan bertingkat (min 4) yang tidak tertata fasade nya. Seolah suka-suka pemilik gedung mau dibuat yang model apa dan di cat warna apa. Kebanyakan terlihat kumuh.

Anak-anak kecil berkejaran di jalanan. Mas-mas nongki dipinggir jalan. Bapak-bapak duduk-duduk di depan rumah sambil berjemur. Ibu-ibu ngumpul di depan suatu rumah sambil ngrumpi. Santai sekali kesannya. Gambaran orang yang bisa menikmati hidup.

‘Excuse me, photo?’ Saya bertanya ke ibu di foto ini sambil memperlihatkan kamera saya.

‘Yes. Photo. Yes.’ Si ibu menjawab lalu berpose.

YOLO. Enjoy life.